HIBURAN

Eh Cewek, Pilih Cowok Lokal Atau Bule?

IMG_20150604_111531

Rani    : “Ehh ya ampun itu bule ganteng bangett”
Abdul : “Lah, bule kan emang gitu, tukang batagor di eropa aja lebih ganteng dari Anjasmara “

Begitulah fenomena yang terjadi di sekitar kita. Keelokan tampilan produk interlokal memang membuat orang pribumi tergila-gila. Hidung mancung,  mata biru, badan tinggi besar, brewok sampe biji mata adalah kombinasi yang biasa diteriaki oleh perempuan di negeri ini.

Selain tampilan fisik yang melampaui rata-rata pria lokal, bule juga dianggap lebih romantis (sumber). Makan malem di restoran mewah, memakai setelan jas, menyantap hidangan kelas atas dengan lilin di tengah meja makan. Membisikan pujian “kamu cantik banget hari ini”, selesai makan tangan digandeng, masuk mobil mewah, pulang ke apartemen mahal, bercanda di balkon, melihat bintang di langit, lalu berakhir di sebuah ranjang besar, bercinta lalu terbangun dengan kecupan kening di pagi hari. (kebanyakan nonton film hollywood)

Padahal pria lokal gak kalah romantis. Makan di warung kaki lima, suap-suapan sambel, pulang makan nongkrong di taman, bercandain hal gak penting sambil ngusap-usap rambut, kelar di taman terus pulang pake motor menembus dinginnya malam, dipeluk dari belakang, sampe rumah cewenya si cowok pamit sambil berbisik “Aku mencintaimu sampai aku kembali menjadi debu”.

Cowok bule juga dianggap lebih simpel, gak ribet. Padahal cowok lokal jauh lebih simpel, buktinya kita gak pernah pake sempak di luar. Simpel.

Cowok bule sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia, membebaskan si cewek untuk berteman dengan siapa saja. Mereka gak posesif, gak tiap jam nanyain “kamu dimana? lagi apa? udah berapa kali narik napas?”. Gak melarang cewek untuk berkegiatan apapun, tapi kegiatannya yang wajar, kalo si cewek kegiatannya senam lantai di atas paku ya mau bule sampe alien juga bakal ngelarang.

Kalo mungkin dirata-rata mungkin cowok lokal kebanyakan posesif, tapi saya yakin banyak juga yang menjunjung hak ceweknya. Membebaskan si cewek buat berkembang sesuai dengan pribadinya, gak melarang untuk berteman dengan siapa saja. Alasan cowok lokal mengekang mungkin karena takut kehilangan ceweknya. Jadi kalo ada cowok yang ngasih kamu kebebasan, kamu pergunakan itu dengan baik, hargai hubungan kalian, jangan selingkuh.

Karena asalnya dari luar Indonesia, cowok bule susah beradaptasi dengan kebudayaan kita, ini merupakan kekurangan dari si bule. Apalagi kebudayaan kita gak cuma satu atau dua, kita punya ratusan kebudayaan. Patuh dengan norma yang berlaku di masyarakat juga merupakan harga mati di negeri ini. Kamu gak mau kan diserempet gerobak cilok cuma gara-gara cipokan sama bule di pinggir jalan. Bercandaan bule yang sarkas  mungkin akan susah diterima oleh cewek Indonesia. Karena emang kebudayaan kita berbeda. Cowok lokal humoris memiliki kesempatan yang lebih besar untuk membuat si cewek nyaman.

Kalau dari segi karakter, cowok lokal juga gak kalah baik. Cowok bule menang telak di fisik.
Jadi, kamu pilih mana?

“Aku pilih indo blesteran aja mas”
Martha, 23thn, Mahasiswi plus plus

Iklan

13 thoughts on “Eh Cewek, Pilih Cowok Lokal Atau Bule?

  1. Harus di ingat ma ce lokal bahwa co bule kecenderungannya mencari ce lokal yang kulitnya eksotis, idung pesek, bibir tebal, serta atribut lokal lainnya. Jadi bagi ce yang beratribut lokal kesempatannya tinggi untuk mendapatkan co bule

    Suka

  2. Maudy Koesnadi itu 1:10000 kasus perempuan-(cantik luar dalam)-lokal yang dapet pria-(mengerti budaya lokal)-bule *udah ada risetnya kok* 😛 Nice post by the way. Tapi kenapa kasus nya ga di balik. Kenapa pria lokal lebih “pasrah” untuk dapat wanita lokal di banding “cari” wanita bule? 😀

    Suka

  3. memang paradigma berpikir yang masih kolot bagi cewe Indonesia yang berpikiran bahwa laki2 Indonesia masih inferior jika dibandingkan orang barat. Bagaimana mereka bisa tidak begitu menghargai pria-pria sebangsanya yg menurut saya lebih memahami kultur dan baik dalam menjaga kehormatan wanita?
    #lets kick the western out from our country

    Suka

  4. Urinoir ada yg bisa flush sendiri loh ; handsfree. Trus keran kecil buat bersucinya ga ada. Kepaksa deh bawa tit#t ke dekat wastafel, buat ngambil air trus bersuci. Maafkan yak pengunjung mall yg shock ngliat aksi gue…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s