FIKSI · HIBURAN · Tak Berkategori

Surat Terbuka untuk Abang Barbershop

Halo Abang Tukang Potong Rambut, Kenalin bang, nama saya Nuel, pemuda yang menunggu eksistensi krip-krip di pergaulan anak muda. Abang suka krip-krip? Oh enggak deng, abang sukanya samsu ya. Abang sehat? semoga sehat ya, jangan kebanyakan ngerokok bang, janin abang bisa keganggu. Oiya bang, tahu gak? sekarang chitato rasa indomie udah banyak di Indomaret, enak… Continue reading Surat Terbuka untuk Abang Barbershop

HIBURAN

Faedah Sempak Berkantung

Beberapa waktu lalu saya mengalami tragedi yang mungkin semua pria pernah mengalaminya di dalam hidup, yaitu Keabisan Sempak. Biasanya ini terjadi karena manajemen waktu yang salah. Kita kurang memperhitungkan kuantiti sempak dengan lamanya sinar UV yang menerangi sempak-sempak kita. Selain manajemen waktu, aktivitas kita pun menentukan masa depan si sempak, makin banyak aktivitas, makin sering… Continue reading Faedah Sempak Berkantung

HIBURAN

7 Kebiasaan yang Sering Dilakukan di Seven Eleven Indonesia

Seven Eleven (Sevel) adalah convenience store asal Amrik yang keberadaannya menyebar di seluruh Jakarta.┬áMenemukan Sevel jauh lebih mudah daripada mencari Ayam Sabana dan Jodoh, giliran ketemu eh udah ada yang punya. Sayangnya, sementara ini Sevel Indonesia hanya ada di Jakarta. Dengan populasi manusia yang meningkat setiap tahunnya, Jakarta merupakan kota yang subur untuk berinvestasi, apalagi… Continue reading 7 Kebiasaan yang Sering Dilakukan di Seven Eleven Indonesia

HIBURAN

Cara Mudah Mendapatkan “Love” di Path

Kita sudah terlanjur berkubang dengan teknologi informasi yang kemajuannya lebih cepat dari gojek harley. Semua sosial media kita telan, mulai dari sosmed untuk teman-teman yang kita kenal, sampai aplikasi untuk cari jodoh lewat radar kecocokan. Syit! Dari beragam sosial media, saya ingin sedikit menuangkan pendapat saya tentang PATH. Saya rasa ini adalah sosmed yang bertanggung… Continue reading Cara Mudah Mendapatkan “Love” di Path

HIBURAN

Bulan Puasa di Mata Saya

Dilihat dengan kasat mata, nama “Imanuel Andreas” sudah menyimpulkan bahwa saya bukanlah pemeluk agama mayoritas di Indonesia, apalagi pemeluk kamu. Iya, namanya kristen banget, agak khawatir ketika tua nanti cucu-cucu saya akan merasa aneh manggil saya dengan sebutan “Eyang Nuel”, “Kakek Nuel”, “Kakung Nuel”, namanya gak kakekable. Menjadi kristen di negara ini gampang-gampang susah. Gampangnya,… Continue reading Bulan Puasa di Mata Saya